Jakarta Pusat – Pemerintah Kota Jakarta Pusat meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026. Seluruh jajaran, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, bergerak mempersiapkan personel, peralatan, dan skema penanganan darurat agar potensi banjir dapat ditekan sejak dini.
Kesiapan ini tampak jelas saat apel besar di Lapangan STU Gang Tauladan RT 1/RW 5, Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, pada Selasa (18/11). Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric Phalevi Zakaria Lumbun, memimpin langsung apel yang melibatkan 574 personel gabungan. Mereka berasal dari Pasukan Pelangi, Satpol PP, Gulkarmat, BPBD, PMI, Baznas Bazis, TNI, hingga Polri.
Eric menegaskan bahwa seluruh unsur perangkat daerah kini bergerak satu komando untuk mengutamakan keselamatan warga. Ia menyampaikan bahwa jajaran kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota sudah menuntaskan berbagai persiapan penting sebelum curah hujan mencapai intensitas tertinggi.
Baca Juga : Sudin Bina Marga Jakarta Utara Tambah 1.318 Titik PJU
Prediksi Cuaca dan Strategi Penanganan
Eric juga menjelaskan bahwa data BMKG menunjukkan potensi hujan sangat lebat selama beberapa bulan ke depan. Karena itu, Pemkot Jakarta Pusat langsung menyusun strategi terpadu. Setiap unit digerakkan untuk melakukan pengecekan lapangan, memastikan saluran air berfungsi, dan meninjau titik rawan genangan.
Menurut Eric, sinergi antarlembaga menjadi fondasi utama untuk mencegah gangguan aktivitas masyarakat. Ia mendorong seluruh personel tetap siaga selama 24 jam agar penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat. Melalui koordinasi intensif, pemerintah ingin meminimalkan risiko sekaligus mempercepat proses evakuasi bila kondisi memburuk.
Peralatan Siaga dan Lokasi Pengungsian
Selain mengerahkan personel, Eric memastikan seluruh sarana pengendalian banjir berada dalam kondisi siap pakai. Tim teknis telah memeriksa pompa stasioner, pompa mobile, perahu karet, serta perangkat pendukung lainnya. Semua unit ditempatkan di titik strategis agar mudah diakses saat dibutuhkan.
Baca Juga : Pramono Anung Hadiri Refleksi Jakarta Utara
Pemkot Jakarta Pusat juga menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian di kawasan rawan. Pemerintah menargetkan setiap warga terdampak memperoleh akses cepat terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan siap saji, dan layanan kesehatan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penanganan berjalan terstruktur dan responsif.
Komitmen Jangka Panjang
Apel siaga ini bukan sekadar acara seremonial. Eric menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen kuat pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir. Ia mengajak seluruh personel terus meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat koordinasi, dan menjaga ketertiban lingkungan. Melalui gerakan bersama, pemerintah berharap Jakarta Pusat dapat menghadapi musim penghujan dengan lebih aman dan terkendali.

















