1: Megawati Pada Penutupan Megawati Menitikkan Air Mata Sambut Hasto di Penutupan Kongres VI PDIP
Jakarta Bercerita Megawati Pada Penutupan dalam suasana penutupan Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Megawati Soekarnoputri mengalami momen emosional ketika menyambut kembalinya Sekjen Hasto Kristiyanto ke tengah kader pasca bebas dari tahanan KPK lewat amnesti Presiden Prabowo Subianto
Desakan hening terdengar saat Hasto naik ke panggung menuju Megawati. Sang Ketua Umum menitikkan air mata dan menyeka tisu sebelum melanjutkan pidatonya. Dia menyampaikan bahwa kehadiran Hasto adalah simbol bahwa “kebenaran akan menang”. Teriakan tepuk tangan spontan dan lafal “merdeka” menggema menghisi penutupan acara kemegahan partai tersebut
2: Penutupan Kongres VI: Simbol Soliditas PDIP ‑ Megawati Damping Puan dan Prananda
Di sisi lain, suasana penutupan kongres menampilkan simbol kebersamaan: Megawati didampingi oleh kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, saat memasuki arena penutupan sekitar pukul 13.25 WIB. Ketiganya terlihat menaiki satu mobil Alphard merah, menyapa media dan kader yang menanti
Megawati memakai kemeja batik merah berlambang banteng PDIP, memperlihatkan keselarasan visual sebagai simbol ideologi partai. Absennya sosok Hasto sebagai pembawa acara menambah sorotan pada interaksi Megawati dengan kedua anaknya—sebuah gestur simbolik regenerasi dan kekeluargaan partai.
Baca Juga: Dirut Food Station Mundur, Pemprov DKI Pastikan Pangan Normal
Sebelum penutupan resmi, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa Kongres VI tinggal mengukuhkan kembali Megawati sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Ini sesuai harapan kader di akar rumput yang memilihnya lewat aklamasi
Megawati sendiri dalam pidatonya menekankan bahwa keputusan strategis PDI Perjuangan—seperti sikap politik terhadap pemerintahan—hanya diambil dalam kongres, bukan rakernas. Ia mengingatkan kader bahwa suara kader arus bawah menjadi modal kekuatan partai ke depan
Ringkasan Momen Penutupan Kongres
| Aspek | Detil |
|---|---|
| Tanggal Penutupan | Sabtu, 2 Agustus 2025 |
| Lokasi | Bali Nusa Dua Convention Center |
| Kehadiran Utama | Megawati Soekarnoputri, didampingi Puan & Prananda |
| Momen Emosional | Megawati menitikkan air mata saat sambut Hasto Kristiyanto |
| Makna Politik | Aklamasi Megawati sebagai Ketum kembali oleh kader arus bawah |
| Penegasan Strategi Partai | Keputusan besar partai hanya diambil di kongres, bukan rakernas |
Kesimpulan
Acara penutupan Kongres VI PDIP bukan sekadar seremoni, melainkan simbol konsolidasi dan stabilitas organisasi. Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Umum aklamatif, tampil sebagai figur yang menjalin keakraban keluarga (Puan & Prananda) dan keterikatan ideologi terhadap mesin partai. Momentum air mata saat menyambut Hasto menegaskan nilai persatuan dan loyalitas di tengah turbulensi politik.
Puan dan Prananda Dampingi Sang Ibunda
Ketiganya hadir dalam satu mobil dan masuk ke lokasi acara bersamaan.
Ringkasan Acara
-
Acara: Penutupan Kongres VI PDI Perjuangan
-
Tanggal: Sabtu, 2 Agustus 2025
-
Lokasi: Bali Nusa Dua Convention Center
-
Sorotan:
-
Megawati menangis sambut Hasto Kristiyanto
-
Aklamasi Megawati sebagai Ketum 2025–2030
-
Penegasan: keputusan politik strategis hanya melalui kongres
-
Megawati Pada Penutupan Aklamasi untuk Megawati, Soliditas Partai Terjaga
Sebelumnya, dalam kongres yang berlangsung selama tiga hari, seluruh peserta menyepakati kembali mengangkat Megawati sebagai Ketua Umum PDIP untuk periode 2025–2030 secara aklamasi. Keputusan ini mengukuhkan posisi Megawati sebagai figur sentral partai berlambang banteng moncong putih itu.







