Ruang Polewali – Update Korban Banjir di Nagekeo NTT: 6 Orang Tewas, 3 Hilang Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Jumat malam (13/9), menelan korban jiwa. Hingga Minggu (15/9) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo melaporkan 6 orang ditemukan tewas, sementara 3 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ratusan warga mengungsi, dan puluhan rumah rusak akibat derasnya arus banjir.
Baca Juga:Dugaan Korupsi FS Bandara Polman, Kejari Periksa 24 Saksi Termasuk Mantan Pejabat
Air Bah Datang Mendadak
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan Nagekeo sejak Jumat sore. Debit air dari hulu meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga di beberapa kecamatan, termasuk Aesesa, Boawae, dan Mauponggo.
“Air datang begitu cepat, membawa kayu dan lumpur. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Kami hanya bisa lari menyelamatkan diri,” ungkap Maria (41), salah satu warga Desa Boawae.
Korban Jiwa dan Warga Hilang
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri telah menemukan enam korban dalam kondisi meninggal dunia. Mereka ditemukan terhanyut hingga beberapa kilometer dari lokasi awal.
Selain itu, tiga orang warga masih dinyatakan hilang. Proses pencarian dilakukan menggunakan perahu karet di sungai yang masih deras, dibantu anjing pelacak untuk menyisir daerah berlumpur.
“Kami fokus mencari korban hilang. Kendalanya arus masih kuat dan medan penuh lumpur,” kata Komandan Basarnas Maumere, yang memimpin pencarian di lapangan.
Ratusan Warga Mengungsi
Hingga kini, lebih dari 450 warga terpaksa mengungsi ke gedung sekolah, balai desa, dan gereja setempat. Kondisi pengungsian cukup memprihatinkan karena keterbatasan logistik, terutama makanan siap saji, air bersih, dan selimut.
“Anak-anak kedinginan, makanan terbatas, listrik juga padam sejak semalam. Kami butuh bantuan segera,” ujar Markus (35), warga pengungsi di Kecamatan Aesesa.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Nagekeo turun langsung meninjau lokasi banjir dan berjanji menyalurkan bantuan darurat secepatnya. Pemda juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Fokus utama kami adalah pencarian korban hilang dan penyediaan kebutuhan dasar pengungsi. Bantuan logistik sedang dalam perjalanan,” kata Bupati Nagekeo.
Potensi Bencana Susulan
BMKG Kupang memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah Nagekeo dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta waspada terhadap banjir susulan dan tanah longsor, mengingat kondisi tanah sudah jenuh oleh air.
“Waspada di daerah aliran sungai dan lereng curam. Jika hujan deras kembali turun, segera evakuasi ke tempat lebih aman,” tegas Kepala BMKG Stasiun Kupang.
Penutup
Banjir bandang di Nagekeo, NTT, menjadi pengingat keras tentang rapuhnya daerah-daerah rawan bencana di tengah perubahan cuaca ekstrem. Dengan 6 korban jiwa, 3 orang hilang, serta ratusan warga mengungsi, duka mendalam kini menyelimuti kabupaten tersebut.
Harapan terbesar masyarakat saat ini adalah pencarian korban segera membuahkan hasil dan bantuan logistik bisa menjangkau mereka yang terdampak, agar penderitaan di tengah bencana tidak semakin panjang.


