, ,

Tragis, Pria di Polman Tewas Dibacok Anak Sendiri Saat Salat Berjemaah di Masjid

oleh -519 Dilihat
oleh

Ruang Polewali – Tragis, Pria di Polman Tewas Dibacok Anak Sendiri Saat Salat Berjemaah di Masjid Suasana salat berjemaah di sebuah masjid di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang pria paruh baya tewas bersimbah darah setelah dibacok oleh anak kandungnya sendiri saat tengah beribadah. Peristiwa memilukan ini terjadi dan sontak menggemparkan warga sekitar.

Pria Polman Tewas Dibacok Anak Saat Salat Berjemaah di Masjid

baca juga :Pemerintah Percepat Pembangunan Akses Stasiun Kereta Cepat Karawang

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan sejumlah saksi, jamaah baru saja memasuki rakaat awal ketika tiba-tiba pelaku datang membawa sebilah parang. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang ayahnya yang sedang khusyuk melaksanakan salat.

“Awalnya kami kira ada keributan di luar masjid, ternyata pelaku masuk dan membacok ayahnya sendiri. Jamaah langsung panik, sebagian mencoba menolong korban,” ujar seorang saksi yang ikut salat.

Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah di bagian kepala dan leher.

Polisi Turun Tangan

Kapolres Polman membenarkan kejadian tersebut. Usai insiden, pelaku langsung diamankan oleh warga sebelum diserahkan ke pihak kepolisian. Saat ini, pelaku tengah diperiksa intensif untuk mengetahui motif di balik aksi brutalnya.

“Kami sudah amankan pelaku. Dugaan sementara ada masalah psikis, tapi kami masih dalami apakah ada faktor lain seperti dendam pribadi atau pengaruh zat tertentu,” kata Kapolres.

Warga Masih Syok

Peristiwa yang terjadi di rumah ibadah ini membuat warga setempat syok dan tidak percaya. Pasalnya, korban dikenal sebagai sosok yang ramah, religius, dan aktif dalam kegiatan masjid.

“Tidak pernah ada masalah. Beliau orang baik. Kami sangat kaget apalagi pelakunya anak kandung sendiri,” ujar salah satu tetangga dengan mata berkaca-kaca.

Dugaan Gangguan Jiwa

Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku sempat mengalami gangguan kejiwaan beberapa waktu lalu. Ia dikenal sering menyendiri dan terkadang bersikap aneh. Polisi pun akan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi mental pelaku.

“Kalau benar ada gangguan jiwa, tentu harus dibuktikan dengan pemeriksaan dokter. Tapi apapun itu, kasus ini tetap berjalan sesuai hukum,” tambah Kapolres.

Trauma Jamaah

Banyak jamaah yang berada di lokasi kejadian masih diliputi rasa takut. Beberapa mengaku sulit melanjutkan salat setelah menyaksikan peristiwa berdarah itu.

“Sampai sekarang masih terbayang. Kami sedang ibadah, tiba-tiba ada yang dibacok. Benar-benar tidak menyangka,” kata salah seorang jamaah.

Tuntutan Keadilan

Keluarga besar korban kini menuntut agar kasus ini diusut tuntas. Mereka berharap pihak kepolisian bekerja cepat menemukan jawaban agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Kami ingin jelas, apa motif sebenarnya. Korban tidak pernah punya masalah dengan siapa pun, apalagi dengan anaknya sendiri,” ungkap perwakilan keluarga.

Catatan Kelam di Rumah Ibadah

Tragedi ini menambah daftar kasus kekerasan yang ironisnya terjadi di tempat ibadah. Masjid yang seharusnya menjadi ruang penuh kedamaian justru ternodai dengan peristiwa berdarah.

Kini, masyarakat Polman berduka sekaligus waspada. Mereka berharap aparat kepolisian dapat memberikan kepastian hukum, sementara pemerintah daerah diminta lebih serius menangani persoalan kesehatan mental yang kerap menjadi pemicu aksi nekat.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.